Senin, 26 Mei 2008

BBM oh BBM .....


Lagi-lagi pemerintah pusing memikirkan harga minyak dunia yang semakin melambung tinggi hingga mencapai USD 130 per barrel sehingga subsidi yang diberikan kepada rakyat membengkak. Akhirnya pada jumat malam (23 Mei 2008) pemerintah secara resmi menaikkan harga BBM walaupun di sana-sini banyak terjadi aksi unjuk rasa penolakan harga BBM yang ditujukan kepada pemerintah bahkan ada yang menuntut agar Presiden dan Wapres yang sekarang menjabat untuk segera turun dari jabatannya karena dianggap tidak mampu mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. Kenaikan ini mungkin bagi orang-orang "kaya" kurang begitu dirasakan mengingat penghasilan mereka yang sudah besar dan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok. Akan tetapi di sisi lain banyak sekali rakyat "miskin" yang semakin menjerit karena kenaikan BBM berdampak pada kenaikan pada hampir semua harga kebutuhan pokok. Memang, pemerintah telah menjanjikan pemberian bantuan langsung tunai (BLT) yang sering diplesetkan menjadi Bantuan Langsung Telas (bahasa Jawa) yang artinya bantuan yang langsung habis.
Pertanyaannya adalah apakah BLT tersebut sudah tepat sasaran?
Ini adalah PR bagi pemerintah soalnya sampai sekarang banyak sekali rakyat "miskin" yang tidak terdaftar sebagai penerima BLT.

Kamis, 22 Mei 2008

Global Warming ??


Sudah hampir seminggu ini di kota Banjarbaru tidak turun hujan. Akibatnya, suhu udara menjadi terasa panas dan membuat banyak orang menjadi kelabakan karena panasnya. Sebelumnya, di sini hampir tiap sore hari turun hujan sehingga udara yang panas di siang hari dapat dinetralisir dengan guyuran hujan yang menyegarkan. Memang saat itu banyak orang yang mengeluh karena cucian mereka jadi lama keringnya bahkan sampai berhari-hari. Tetapi keadaan sekarang berbeda karena sekarang mereka mengeluh karena udara yang panas. (Dasar Manusia...)

Panas di Banjarbaru yang dirasakan sampai saat ini membuat kita ingat istilah yang sering didengungkan waktu kampanye lingkungan hidup yaitu "Global Warming". Saya terbayang apa jadinya kalau Global Warming itu makin parah. Sekarang saja saya hampir tidak bisa tidur pada alam hari jika tidak menyalakan kipas angin. ( saking panasnya..)

Saya cuma berharap semoga panasnya udara tidak membuat hutan-hutan kalimantan terbakar dan menyebabkan terjadinya kabut asap seperti yang terjadi 2 tahun yang lalu (Alhamdulillah tahun 2007 tidak terjadi).
Mungkin sekarang waktunya bagi kita untuk lebih peduli kepada lingkungan sekitar .
Berhenti untuk saling menyalahkan dan mulai untuk cinta lingkungan adalah langkah terbaik bagi kita sekarang.

Jumat, 16 Mei 2008

Blind photographer who 'sees with her ears'


Last updated at 11:49am on 30th January 2008
Wildlife photographer Alison Bartlett is to have her highly-acclaimed animal pictures exhibited - even though she is
completely blind.
The 51-year-old "sees" with her ears and listens out for the rustling in trees and grass to snap wildlife.
She has developed such an acute sense of hearing and can pick up the sound of a bird's wings flapping or a squirrel
nibbling before homing in on them with her camera.
Alison is also helped out by a friend who accompanies her on shoots and points her towards the creatures using clock
directions, such as "bird at two o'clock". And the amateur photographer said she draws on her experience from her
sighted days to capture wildlife in her garden and in the countryside.
She has now amassed many pictures that a professional would be proud of and they are to be exhibited in her home
town of New Milton, Hampshire.
Alison, a former horse riding instructor, began to lose her sight in 1979 due to diabetes and it went completely in 1992.
But she retained her passion for photography and wildlife and persisted in trying to picture the animals that she
couldn't see.
Alison holds the camera in the traditional way because it is how she got used to doing it before she went blind.
She said: "I got my first camera when I was 12 and I fell in love with it because I was always an arty person.
"Later on I trained as a horse riding instructor and I did that for three years until I started losing my sight.
"I have always loved photography and animals and I always took photographs of wildlife - even when I started to lose
me sight.
Alison says she draws on her experience from her sighted days to capture wildlife
"I started to lose it in 1979 and it went completely by 1992. I can tell if it is light or dark, but that is all.
"Despite being blind I was determined to carry on doing things I had always done - even photography.
"I started in my back garden because I knew where everything was and all the distances and angles and I learned to listen for the animals.
"I could hear the birds' wings flapping and I have two squirrels in the garden and I've given them names and can hear
them eating and arguing with each other." Alison regularly goes out into the local countryside with fellow
photographer Jenny Gilleland who helps her.
She said: "Jenny tells me where the animals are and says things like 'birds at two o'clock' - and it can get very precise,
like "birds at seven minutes past two".
"She will give me approximate distances and I simply aim the camera, focus the lens and take photographs.
"I do not hold back and will walk through streams and cross country if that is what it takes.
"Of course others have to tell me whether the pictures are any good and it hurts me that I can't see them.
"But the pleasure it gives others is reward enough for me and I'm delighted that I've taken enough to hold a small
exhibition.
"If it encourages other blind people to continue their hobbies then it is worth it."
Alison uses a digital Nikon D-40 camera and her exhibition will be held at the library in New Milton next month.

http://www.dailymail.co.uk/pages/live/articles/news/news.html?in_article_id=511149&in_page_id=1770

Senin, 12 Mei 2008

Dari THOMAS-UBER CUP sampai BBM ……

Baru-baru ini di Indonesia sedang terjadi dua fenomena yang cukup menyita perhatian rakyat Indonesia yaitu perhelatan perebutan Piala Thomas & Uber 2008 dan juga masalah BBM yang makin memprihatinkan. Memang, antara dua fenomena tersebut tidak ada keterkaitan secara langsung. Akan tetapi kedua hal tersebut mempunyai satu persamaan yaitu sama- sama sedang “hot” dibicarakan di media sehingga masyarakatpun jadi “hot” pula. Sebagai Warga Negara Indonesia yang baik sudah sepantasnya kita senantiasa mendukung para Arjuna dan Srikandi (sebutan bagi para atlit bulutangkis Indonesia) dalam merebut kembali 2 (dua) piala bergengsi yaitu piala Thomas dan juga Uber di Gelora Bung Karno yang sangat megah dan berlangsung meriah. Ironisnya, di luar sana banyak sekali rakyat yang kesusahan dalam mendapatkan BBM (baik itu solar, minyak tanah maupun premium) untuk keperluan transportasi dan urusan dapur mereka sehingga harus antri panjang bahkan mereka sering kehabisan ketika hendak membelinya.
Saat ini memang pemerintah sedang dilanda panik akibat harga mnyak dunia yang terus melambung. Aneh memang, seharusnya Indonesia sebagai Negara penghasil minyak justru senang bukan malah sebaliknya. Saya juga nggak ngerti kenaapa bisa begitu.
Yah kita doakan saja agar krisis BBM bisa segera berakhir dan harga kebutuhan pokok bisa murah lagi. Amien…(-wrh)

Rabu, 07 Mei 2008

( Kenapa ) Mati Lampu ( Lagi ) ?


Tadi malam tepatnya pada malam Rabu tanggal 6 Mei 2008 adalah malam yang gelap bagi para warga Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pasalnya pada malam itu terjadi pemadaman listrik oleh PLN di hampir seluruh wilayah kota Banjarbaru. Memang, pada beberapa hari terakhir di kota Banjarbaru sering terjadi pemadaman. Akan tetapi mati lampu yang tadi malam cukup "spesial" karena pemadaman tersebut berlangsung selama hampir 5 jam. Bagi orang yang mampu ekonominya alias kaya mungkin pemadaman listrik tidak begitu terasa karena mereka memiliki genset di rumah mereka sebagai cadangan ketika listrik PLN padam. Namun, bagi orang yang hidupnya pas-pasan seperti saya hal itu cukup mengganggu terutama bagi mereka yang masih sekolah. Seperti yang kita ketahui bahwa sekarang ini kita tidak bisa hidup tanpa listrik karena mulai dari sarana penerangan, hiburan, sampai piranti kerja (bagi yang sudah bekerja) sebagian besar memerlukan energi listrik.

Pada malam itu langit mendung (seperti akan turun hujan) dengan sesekali kilat menyambar-nyambar seakan-akan menunjukkan betapa besar kuasa-Nya. Walaupun langit mendung tetapi bntang-bintang di langit masih terlihat bertaburan di hamparan langit yang luas membentang di atas daratan bumi Lambung Mangkurat (sebutan bagi daerah Kalimantan Selatan). Selama hampir dua tahun saya di Banjarbaru baru sekali itu mengalami pemadaman dengan durasi sampai 5 jam.

Singkat cerita, pada pukul 23.00 wita ketika mata sudah mulai berat untuk membuka dan tubuh merasa lelah akhirnya listriknya menyala. Wah senangnya .... habis gelap terbitlah terang ( seperti karya R.A Kartini aja). Tetapi saya masih penasaran apa penyebab mati lampu yang terjadi tadi malam.

Akhirnya tadi siang saya melihat ada permohonan maaf dari PLN atas pemadaman listrik yang terjadi tadi malam dan menjelaskan bahwa padamnya listrik diakibatkan oleh adanya jaringan yang disambar petir sehingga menyebabkan padamnya listrik wilayah Banjarbaru yang cukup lama ( 5 jam bo !). Untunglah dalam waktu 5 jam tersebut jaringan sudah bisa diperbaiki sehingga normal kembali. Coba bayangkan jika sampai sekarang belum nyala juga !! (-wrh)

Selasa, 06 Mei 2008

Nguantuk Boss .....


Hari ini saya melakukan rutinitas kantor sebagaimana biasa layaknya pegawai yang nggak mau dikatakan makan gaji buta. Entah mengapa mengapa hari ini saya merasakan rasa ngantuk yang ruar biasa (kata orang Jepang karena susah ngomong huruf l ) padahal tadi malam saya tidur lebih awal dari biasanya (jam 22.00 wita) dan bangun jam 06.00 wita. Dari beberapa sumber yang pernah saya baca sich katanya tidur itu tidak perlu lama tapi berkualitas dan sepertinya memang tidur saya tadi malam belum berkualitas sehingga walaupun lama tetapi pagi harinya masih terasa ngantuk. Memang sich saya kemarin sedang ada sedikit masalah yang cukup mengganggu pikiran sehingga tidurpun tidak nyenyak. Akibatnya pada pagi harinya yang seharusnya harus fit bekerja malah loyo & nggak bisa konsentrasi. Semoga saja setelah pulang kerja nanti saya bisa memulihkan vitalitas dengan istirahat sejenak di kamar kost yang sudah saya sewa selama hampir dua tahun. Selamat istirahat... zZZ

Senin, 05 Mei 2008

31 April ....


Ada apa dengan 31 April ? Bagi mereka yang cermat dan teliti pasti bingung soalnya di kalender yang ada dari dulu sampai sekarang belum pernah ada tanggal 31 April karena menurut kalender Masehi bulan April itu hanya 30 hari.
Suatu hari saya menerima sms berbahasa Inggris dari seorang teman lama saya pada saat saya istirahat kantor yang isinya undangan buat saya untuk datang ke hari pernikahannya yang diadakan di Gedung Pramuka Jl. Melati No. 9 , Jakarta pada pukul 10 p.m(alamat sengaja disamarkan-wrh).
Pertama kali saya baca sms teman saya itu saya agak terkejut tetapi setelah saya baca tanggalnya dan saya liat di kalender yang saya taruh di meja kantor secara spontan saya tersenyum sambil membalas sms teman saya tadi dengan jawaban “yang bener aja kamu, mana ada sich tanggal 31 April? Tahun kapan?”
Kemudian dia mengirimkan sms balasan buat saya dengan sedikit memuji ketelitian saya (wah jadi ge er nich..) yang tahu kalo undangan itu cuma iseng alias nggak bener sama sekali. Tetapi tenyata dari sms yang dia kirim ternyata banyak yang merespon dengan ucapan “Selamat ya , Congratz ya, dan sejenisnya” dan juga pertanyaan-pertanyaan yang bernada penasaran ke teman saya tersebut.
Bagi yang pernah menerima sms semacam ini dan sudah terlanjur ngucapin selamat kepada orang yang kirim sms semacam ini penulis cuma mau ngucapin “ Selamat Anda telah dikerjain teman Anda dan jangan marah ya ntar cepet tua lho !”
Bagi yang suka iseng bisa dicoba tapi saran saya jangan dicoba ke teman Anda yang bawaannya serius melulu (bisa-bisa dia marahnya nggak sembuh-sembuh. Iiih….sereeem…)

Di balik kejadian ini ada hikmah yang bisa kita ambil yaitu “baca baik-baik sms sebelum membalasnya”

Udah dulu ya besok – besok nyambung lagi.

Kerja lageeee……………….

Melamar atau Kondangan ??


Sambil mendengarkan lagu instrumental sunda berjudul “Karedok Leunca” kali ini saya mau menulis tentang kejadian unik yang merupakan kisah nyata. Acara lamaran (khitbah) dan kondangan (mendatangi undangan – Bahasa Jawa) merupakan dua hal yang sudah sering kita dengar dan mungkin sering juga kita lakukan (tentunya kalo lamaran nggak sesering kondangan donk …). Akan tetapi apa jadinya klo ada tamu undangan yang datang dengan dua misi yaitu kondangan dan juga lamaran. Mungkin ada pertanyaan yang langsung ada di benak pembaca yaitu : Koq bisa? Gimana ceritanya?
Peristiwa ini bermula ketika ada pemuda sebut saja si A berencana untuk menjalin hubungan yang lebih serius dengan gadis yang bernama si B. Untuk membuktikan keseriusannya pada si B maka pada suatu malam di bulan Desember si A memberanikan diri untuk mengungkapkan bahwa dia sudah cocok dengan si B. Saat itu pula terucap rencana pemuda tersebut untuk membawa keluarganya untuk melama ke rumah si B pada bulan Maret tahun berikutnya dan ortu si B yang sedang berstatus single setelah ditinggal istr tercinta menyatakan kesediaannya. Hari berganti hari ….. bulan berganti bulan…. akhirnya saat yang ditunggu-tunggu si A sudah dekat. Dengan penuh harap pemuda tadi mengirim sms ke gadis pujaannya (si B). Selang beberapa saat sms balasanpun sudah sampai di ponsel Nokia miliknya. Si A tiba-tiba terkejut ketika membaca sms dari si B tadi. Pasalnya pada hari yang direncanakan untuk melamar si B ternyata ada hajatan di rumah si B yaitu nikahan ayah si B dengan orang yang dicintainya beberapa bulan yang lalu. Namun si A dan si B tidak putus asa melobby ortu masing-masing agar lamaran tetap dilaksanakan soalnya dua insan tersebut sama-sama punya kesibukan di luar kota dan juga saat itu dibela-belain pulang dalam rangka lamaran.
Singkat cerita pada hari ketiga resepsi pernikahan ayah si B pemuda yang bermaksud melamar gadis dambaannyapun datang bersama keluarganya (tentunya setelah ada pembicaraan dulu dengan keluarga si B). Akhirnya acara lamaran pun dilaksanakan di rumah yang masih berjanur kuning. Wah… wah… ini mau nglamar apa mau kondangan ya?? (-wrh)

Minggu, 04 Mei 2008

Liburan di Banjarmasin ……



Untuk mengisi liburan sehari pada tanggal 1 Mei kemarin saya dan dua orang teman saya sepakat untuk jalan-jalan ke salah satu obyek wisata yang cukup terkenal di sana yaitu Jembatan Barito. Perjalanan menuju ke sana dimulai dari kota Banjarbaru (di tempat tinggal saya selama dua tahun terakhir) kurang lebih pukul 11.00 WITA (karena di Kalimantan Selatan menggunakan WITA bukan WIB) menggunakan dua buah sepeda motor yang saling beriringan. Untuk mengatasi rasa panas terik waktu mengendarai sepeda motor kami menggunakan sarung tangan dan juga jaket (walaupun bukan jaket kulit tapi lumayanlah buat penahan panas). Kira-kira pukul 12.00 WITA kami sudah sampai di Banjarmasin dan singgah dulu ke kontrakan seorang teman kuliah yang sekarang ditugaskan di Banjarmasin. Setelah kurang lebih 2 jam beristirahat untuk melepas lelah, kami kemudian meneruskan lagi acara jalan-jalan dengan terlebih dahulu merencanakan kemana saja kami akan pergi. Akhirnya kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Mall dulu sambil melihat-lihat buku terbaru di toko buku Gramedia dan juga makan siang di KFC yang ada di sana. Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 WITA kami segera menuju ke tempat parkir sepeda motor dan melanjutkan lagi tour de Banjarmasin. Di tengah perjalanan, kami melewati masjid yang dulu merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam di bumi lambung mangkurat yaitu Masjid Sabilal Muhtadin. Kebetulan waktu solat Ashar juga sudah masuk lalu kami memutuskan untuk solat dulu sambil berfoto di sana sebagai kenang-kenangan. Setelah solat dan foto-foto kami bergegas untuk meneruskan perjalanan ke tujuan utama kami yaitu Jembatan Barito yang waktu tempuhnya kurang lebih 1 jam dari Masjid Sabilal Muhtadin. Akhirnya dengan perjuangan keras melewati jalan yang bergelombang dan banyak lubang yang cukup berbahaya bagi para pengendara kendaraan bermotor yang melintas sampailah kami di Jembatan Barito yang cukup panjang yaitu sekitar 1 km (ini hasil pengukuran kasar memakai angka km di panel sepeda motor yang kami pakai). Jembatan Barito saat kami datang tampak rame dan juga terlihat ada beberapa penjual minuman yang menawarkan dagangannya. Memang saat itu matahari sangat terik sampai tenggorokan pun terasa kering dan kering keringat yang mengucurpun tidak terbendung lagi. Kami di sana berfoto ria sambil menikmati pemandangan alam yang ada. Setelah puas berfoto dan menikmati pemandangan akhirnya kami putuskan untuk pulang ke rumah dan saat itu telah menunjukkan pukul 17.30 WITA. Akhirnya perjalanan ke Jembatan Barito sukses dan kami harus beristirahat karena keesokan harinya kami harus ke kantor lagi seperti biasa. (-wrh)

SEMANGAT !!

Jumat, 02 Mei 2008

Blog Pertama ??

Pertama saya ucapkan selamat datang bagi para pengunjung blog saya ini dan salam kenal bagi para blogger di manapun berada.

Sebenarnya ini bukan blog yang pertama saya buat. Saya membuat blog ini karena semangat untuk blogging saya sekarang sudah mulai bangkit setelah hampir 1 (satu) tahun hibernasi dari dunia blog.

Untuk menyempurnakan blog ini saya sangat memerlukan tips-tips dari kalian para blogger yang sudah expert karena saya juga belajar blog secara otodidak. Saya juga mengharap saran dan kritik bagi semua pengunjung yang mungkin hanya lewat di blog saya ini.(-wrh)