
Lagi-lagi pemerintah pusing memikirkan harga minyak dunia yang semakin melambung tinggi hingga mencapai USD 130 per barrel sehingga subsidi yang diberikan kepada rakyat membengkak. Akhirnya pada jumat malam (23 Mei 2008) pemerintah secara resmi menaikkan harga BBM walaupun di sana-sini banyak terjadi aksi unjuk rasa penolakan harga BBM yang ditujukan kepada pemerintah bahkan ada yang menuntut agar Presiden dan Wapres yang sekarang menjabat untuk segera turun dari jabatannya karena dianggap tidak mampu mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. Kenaikan ini mungkin bagi orang-orang "kaya" kurang begitu dirasakan mengingat penghasilan mereka yang sudah besar dan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok. Akan tetapi di sisi lain banyak sekali rakyat "miskin" yang semakin menjerit karena kenaikan BBM berdampak pada kenaikan pada hampir semua harga kebutuhan pokok. Memang, pemerintah telah menjanjikan pemberian bantuan langsung tunai (BLT) yang sering diplesetkan menjadi Bantuan Langsung Telas (bahasa Jawa) yang artinya bantuan yang langsung habis.
Pertanyaannya adalah apakah BLT tersebut sudah tepat sasaran?
Ini adalah PR bagi pemerintah soalnya sampai sekarang banyak sekali rakyat "miskin" yang tidak terdaftar sebagai penerima BLT.
Pertanyaannya adalah apakah BLT tersebut sudah tepat sasaran?
Ini adalah PR bagi pemerintah soalnya sampai sekarang banyak sekali rakyat "miskin" yang tidak terdaftar sebagai penerima BLT.







