Senin, 30 Juni 2008

Pemerintah Daerah Yang Geram ....


Masalah krisis listrik di Indonesia (khususnya di Kalimantan Selatan & Kalimantan Tengah) memang belum berakhir sampai dengan saat penulisan tulisan ini. Perusahaan Listrik Negara untuk wilayah Kalsel dan Kalteng bahkan telah mengumumkan jadwal pemadaman listrik kepada seluruh masyarakat melalui media massa yang akan berlangsung sampai dengan 31 Juli 2008. Akan tetapi minggu lalu PLN sering sekali memberikan bonus kepada pelanggan yaitu dengan melakukan pemadaman di luar jadwal. Tentu saja hal ini membuat seluruh pelanggan mulai dari industri, rumah tangga, sampai dengan instansi pemerintah semua mengeluh karena kerugian yang diakibatkan dan melakukan protes (walaupun nggak sampai unjuk rasa seperti di Gedung DPR/MPR Senayan - wrh). Puncaknya pada beberapa waktu yang lalu Gubernur Kalsel juga menyayangkan atas kinerja PLN dan seringnya terjadi kerusakan pada mesin PLTU Asam-asam terutama di daerah Kalsel & Kalteng sampai terucap kata-kata dengan nada agak menantang di depan pers yang intinya jika PLN sudah tidak mampu lagi mengurus listrik di sini (baca: Kalsel) biar dilimpahkan kepada daerah. Sungguh ironis jika daerah penghasil dan penyuplai batubara sering sekali byar pet.
Apakah sudah saatnya di-swasta-kan atau dilimpahkan ke daerah?

Rabu, 25 Juni 2008

Kisah Nyata di Negeri Byar Pet….

Sekarang ini hampir di seluruh pelosok negeri kita sedang dilanda krisis listrik. Pulau Jawa yang dulu paling jarang terjadi pemadaman listrikpun sekarang ini harus merasakannya. Kondisi yang cukup parah terjadi di tempat saya tinggal sekarang (baca : Banjarbaru – wrh) soalnya pemadaman listrik terjadi hamper setiap hari dan itupun berlangsung rata-rata lebih dari 4 (empat) jam. Menurut PLN pemadaman yang terjadi sekarang ini dikarenakan sedang adanya perbaikan PLTU yang mensuplai listrik Kalsel& Kalteng ( PLTU Asam-asam). Kalau dilihat dari kekayaan alam yang terkandung di bawah bumi Kalimantan memang ironis sekali jika di Kalimantan kerap terjadi pemadaman karena di sini banyak terkandung minyak dan juga batubara yang merupakan sumber energi utama dunia. Jika pemadaman ini berlangsung cukup lama tentu akan mempengaruhi sektor industri karena akan menurunkan jumlah produksi perusahaan. Saking seringnya mati listrik sampai-sampai banyak yang mengejek kepanjangan PLN dengan guyonan sehari-hari menjadi Perusahaan Lilin Negara.

Selain seringnya terjadi pemadaman listrik di sini juga sekarang terjadi antrean BBM (premium maupun solar) yang sangat panjang di SPBU seluruh kota yang juga berakibat pada naiknya harga eceran premium hingga 20ribu rupiah per liternya. Bisa dibayangkan betapa susahnya rakyat miskin yang baru saja dikejutkan dengan kenaikan BBM (jenis premium) dari 4500 rupiah menjadi 6000 rupiah ditambah lagi kondisi kelangkaan yang terjadi.
Apakah memang sekarang ini Indonesia sudah tidak sanggup lagi menambah pasokan listrik seiring bertambahnya jumlah penduduk dan perumahan yang makin tak terkendali?