
Masalah krisis listrik di Indonesia (khususnya di Kalimantan Selatan & Kalimantan Tengah) memang belum berakhir sampai dengan saat penulisan tulisan ini. Perusahaan Listrik Negara untuk wilayah Kalsel dan Kalteng bahkan telah mengumumkan jadwal pemadaman listrik kepada seluruh masyarakat melalui media massa yang akan berlangsung sampai dengan 31 Juli 2008. Akan tetapi minggu lalu PLN sering sekali memberikan bonus kepada pelanggan yaitu dengan melakukan pemadaman di luar jadwal. Tentu saja hal ini membuat seluruh pelanggan mulai dari industri, rumah tangga, sampai dengan instansi pemerintah semua mengeluh karena kerugian yang diakibatkan dan melakukan protes (walaupun nggak sampai unjuk rasa seperti di Gedung DPR/MPR Senayan - wrh). Puncaknya pada beberapa waktu yang lalu Gubernur Kalsel juga menyayangkan atas kinerja PLN dan seringnya terjadi kerusakan pada mesin PLTU Asam-asam terutama di daerah Kalsel & Kalteng sampai terucap kata-kata dengan nada agak menantang di depan pers yang intinya jika PLN sudah tidak mampu lagi mengurus listrik di sini (baca: Kalsel) biar dilimpahkan kepada daerah. Sungguh ironis jika daerah penghasil dan penyuplai batubara sering sekali byar pet.
Apakah sudah saatnya di-swasta-kan atau dilimpahkan ke daerah?
Apakah sudah saatnya di-swasta-kan atau dilimpahkan ke daerah?


